Damian duduk di ruang kerjanya, ponsel menempel di telinga, satu tangan memegang pena yang tidak pernah ia gunakan. Suara David Pramudya di seberang terdengar formal seperti biasa. "Kuasa hukum Sandra ingin bertemu, Pak. Mereka ingin membahas kasus tersebut." Damian mengetuk-ngetuk meja dengan pena itu. Ia sudah menduga. Sandra pasti akan mencoba melibatkan Mia, ibunya yang hanya memberi ide, tapi tidak terlibat langsung. Atau mungkin Sandra sendiri yang ingin melobi, memintanya mencabut laporan. "Aku tidak mau membahas apa pun dengan mereka, Pak David." Suara Damian tegas. "Minta mereka ikuti prosedur. Sesuai aturan yang berlaku. Aku tidak menawarkan negosiasi atau pencabutan laporan." Ia menjeda. "Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya." "Baik, saya paham, Pak. Saya akan se

