110. Sedikit Lega-1

719 Words

Abby duduk di kursi ruang kerja Damian, punggung tegak, kedua tangannya meremas pinggiran kursi hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya tidak lepas dari Damian yang berdiri di dekat jendela, ponsel menempel di telinga, wajahnya tegang. Damian hanya sesekali mengangguk, sesekali bergumam, tidak banyak bicara. "Terima kasih atas informasinya, Pak." Suaranya pelan, tegas. "Saya akan menunggu kabar selanjutnya." Ia mematikan panggilan, meletakkan ponsel di meja kerja. Abby segera bertanya, "Apa kata mereka?" Damian berjalan mendekat, berdiri di hadapan Abby, lalu sedikit membungkuk. Matanya menatap Abby lekat. "Irwan baru saja mengirim paket berisi uang ke rumah tantemu." Ia menjeda, menghela napas. "Sekarang mereka sedang melacak toko online itu. Di kota sebelah." Abby menghela napas le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD