Damian melirik pada Abby, tangannya masih memegang dasi yang belum sempurna. "Aku bisa handle pekerjaan." Ia menyelesaikan simpul dasinya, lalu menatap Abby lekat. "Dan, tolong jangan bantah ucapanku, Abby." Abby tersenyum tipis. "Aku tidak akan membantah ucapanmu." Damian mendekat, kedua tangannya diletakkan di pinggang Abby, menariknya sedikit. "Bagus." Ia tersenyum. "Tolong jadi istri yang penurut, karena ini demi kebaikanmu juga." "Ya." Suara Abby pelan. Damian menunduk, mencium dahi Abby. Lembut. Lama. "Suri tidak mau berangkat ke sekolah lagi." Bibirnya masih dekat dengan dahi Abby. "Jadi biarkan dia di rumah. Karena hanya di sini tempat teramannya." Abby mendongak, menatap Damian. "Aku mengerti." Tangannya naik, merapikan kerah kemeja Damian yang sudah rapi. "Aku yang akan meng

