113. Demi Kebaikanmu, Abby-1

705 Words

Abby berbaring di ranjang praktek, tubuhnya terasa kaku di atas kain putih yang dingin. Lampu di langit-langit menyala terang, membuatnya sedikit menyipit. Dokter kandungan, seorang wanita paruh baya dengan senyum ramah, mengoleskan gel transparan di perut Abby yang masih rata. Dingin. Abby menarik napas perlahan. "Lihat di sana." Dokter menunjuk ke layar. "Dia mulai tumbuh. Perkiraan usia masih enam minggu. Masih tampak kecil." Abby memandangi layar. Di sana, di tengah kegelapan yang disinari gelombang ultrasonik, ada titik kecil berdenyut. Jantung. Hidup. Nyawa yang baru mulai. Damian berdiri di sebelahnya, tangannya tidak henti mengusap-usap lengan Abby, gerakan kecil yang berulang, seperti menenangkan dirinya sendiri. "Ini kehamilan pertama, ya?" Dokter menoleh ke arah Abby. Abby m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD