114. Seorang Dari Masa Lalu-2

814 Words

"Kamu akan baik-baik saja, kan?" tanyanya, suara pelan. Abby tersenyum. "Ya, tentu saja. Jangan khawatir." "Kalau ada apa-apa, segera beri tahu aku, ya." Damian mencium pipi Abby. Lembut. Lama. Abby membelai d**a Damian, merasakan detak jantung pria itu di balik kemeja. "Sepertinya anak-anak butuh liburan." Matanya menatap Damian. "Setelah apa yang terjadi." "Apa kamu juga butuh liburan?" tanya Damian. Abby mengangguk. "Ya, aku juga." Ia tersenyum. "Kamu pasti juga, kan?" Damian membuang napas panjang. Padahal semua masalah belum benar-benar selesai. Masih ada persidangan yang akan dilakukan. Tapi ia tidak mau memikirkannya sekarang. "Ya. Kita bicarakan sore ini, setelah aku pulang dari kantor." Abby tersenyum, lalu mencium bibir Damian. Ciuman singkat, ingin segera melepas. Tapi Da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD