115. Fakta Sang Ibu-2

790 Words

Ia mengusap air mata yang jatuh di pipinya. "Aku merasa terpuruk. Kembali pada ayahmu? Itu tidak mungkin. Aku yang pergi meninggalkannya." Napasnya tersendat. "Jadi selama bertahun-tahun, aku mengasingkan diri. Memulai kehidupanku sendiri." Elena membuang napas panjang, berusaha tenang. "Hingga akhirnya aku melihat berita itu. Irwan, kakak iparku, menjadi tersangka penculikan anak." Ia menatap Abby. "Dan yang lebih mengejutkan, korban itu adalah anak sambungmu, Abby." Ia menjeda. "Aku menemui Irwan di penjara. Dia menceritakan semuanya. Tentang kamu." Matanya menatap Abby lekat, penuh harap. "Itulah sebabnya aku ada di sini. Memohon maaf padamu. Atas semua yang terjadi." Abby menatapnya. Tidak mengatakan apa-apa. Ia ingin berkata banyak. Ingin bertanya mengapa dulu ia pergi, mengapa ia t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD