126. Keluarga Sandra-1

702 Words

Damian terbangun. Lengannya meraba ke samping, kosong. Ia membuka mata, menatap langit-langit yang masih gelap. Lampu tidur di nakas menyala redup, membuat bayangan lembut di dinding. "Abby," panggilnya pelan, suara masih parau. Tidak ada jawaban. Ia duduk, mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Kamar masih temaram, hanya cahaya dari jendela yang masuk lewat sela tirai. Sofa dekat jendela kosong. Meja rias juga. Abby tidak ada. Damian turun dari ranjang. Kakinya mencari sandal, tapi ia memilih telanjang kaki. Lantai marmer dingin menyentuh telapak kakinya. Ia berjalan ke kamar mandi. Pintu kamar mandi tertutup. Damian hendak mengetuk, tapi tangannya berhenti di udara. Dari balik pintu, terdengar suara isak tangis, pelan, tertahan, seperti seseorang yang berusaha tidak didengar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD