Bab 92 - Desahan Stella

1980 Words

Setelah makan malam, ketua panitia yang sekaligus memandu acara pembagian hadiah mengumumkan kalau Arga sudah memberikan amanat bahwa acara akan dimulai tanpa menunggu sang CEO hadir. “Intinya ... Pak Arga sedang ada urusan mendesak. Tapi beliau bilang akan datang, kok, walaupun agak terlambat,” jelas sang ketua panitia. “Untuk itu, mari kita mulai pembagian hadiahnya.” Acara pembagian hadiah berjalan lancar. Reno saat ini sedang duduk paling belakang sambil memikirkan berbagai kemungkinan. Mengingat Arga ada urusan mendesak, bukankah dalam kata lain urusan mendesaknya bersama Stella? “Apa mereka sedang bertengkar gara-gara saya?” batin Reno. Namun, yang pasti pria itu berusaha tetap tenang. Meski dalam hatinya sangat penasaran tentang apa yang terjadi pada Stella sekarang. Jujur, Ren

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD