Saat ini, semua mata tertuju pada Arga yang sedang berdiri di depan. Tangannya membawa mikrofon, bersiap untuk memberikan pengumuman penting yang sudah direncanakan sebelumnya. Pengumuman yang vibes-nya jadi berbeda karena ia dan Stella sudah saling jujur tentang perasaan satu sama lain sehingga untuk mengumumkannya pun Arga jadi jauh lebih bersemangat. Sangat terlihat dari wajahnya yang ceria. “Sebelumnya maaf saya agak terlambat karena ada urusan mendesak, tapi syukurlah kalau semua hadiah sudah berada di tangan kalian yang berhak mendapatkannya.” Mendengar ‘urusan mendesak’ yang Arga katakan, sontak teman-teman Stella saling mengedipkan mata, saling menyikut lengan satu sama lain karena mereka paham urusan mendesak yang Arga maksud. Bahkan, salah satu teman Stella menirukan ‘ahhh, uh

