Keesokkan paginya, Zea bahkan belum bangun saat jam sudah menunjukkan pukul 11. Bagaimana bisa bangun, Aaron kembali memintanya saat pagi hari yang membuat Zea benar-benar lelah dan mengantuk. Tubuh Zea bahkan penuh dengan jejak merah, karena Aaron tidak melewatkan setiap inci tubuh Zea. Aaron tersenyum ketika melihat istrinya masih terlelap, dia mengelus pelan pipinya untuk membangunkannya karena ini sudah bampir siang, dan Zea belum sarapan, "Sayang, bangun dulu. Ayo makan." Ucap Aaron dengan lembut. "Sayang!" Panggil Aaron lagi karena Zea bahkan tidak terusik dengan panggilan dan sentuhannya. Panggilan kedua kalinya berhasil membuat Zea terusik dan akhirnya mengerjabkan matanya. "Aku masih mengantuk, Kak!" Rengek Zea. "Bangun dulu, ini sudah hampir siang, kau belum makan, Sayang

