Saat di rumah. Amita mengerutkan dahinya karena meihat putranya pulang dengan wajah yang sepertinya kecewa. "Ada apa, Erick?" Tanya Amita, karena takut terjadi apa-apa dengan perusahaan anaknya yang baru beberapa bulan ini dia bangun. "Sia-sia, Ma. Semua ini sia-sia." Kata Erick akhirnya memeluk Amita yamg membuat dia bingung. "Kenapa? Ada masalah dengan perusahaanmu? Tapi baru kemaren kau bilang jika perusahaanmu baik-baik saja dan bahkan sudah berhasil." Kata Amita. "Eliza sudah memiliki pria lain, ini adalah salahku, sedari awal aku sudah menolaknya bahkan mengatakan jika dia bukan tipe-ku, aku seharusnya mengatakan lebih awal jika aku mencintainya dan berusaha untuk memntadkan diri untuk mendapatkannya. Ini semua salahku." Kata Erick yang membuat Amita benar-benar terkejut. "Kau b

