Sudah satu bulan berlalu, kini Aurel bahkan kembali menangis di kamar mandi karena dia masih tidak kunjung hamil, Namun dia berusaha menutupinya dan langsung menghapus air matanya, dia tidak mau Ares memarahinya karena dia lagi-lagi menangis karena tidak kunjung juga hamil. Saat keluar dari kamar mandi, dia menghela nafas panjangny terlebih dahulu untuk menetralkan dirinya, dia menghampiri suaminya yang ada di ruang kerjanya untuk menghibur dirinya, Ares yang melihat Aurel masuk ke dalam ruangannya tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya pelan. Bagaimana tidak, Aurel masuk ke dalam ruang kerjanya dengan menggunakan baju dinas. Yang artinya bajunya sangat tipis dan transparan. Boba milik Aurel bahkan tercetak jelas di da danya. "Apa beluk selesai?" Tanya Aurel yang langsung duduk

