Mata Aurel berkaca-kaca karena ini pertama kalinya Ares meninggikan suaranya untuknya. "Aku hanya takut kehilanganmu." Kata Aurel yang membuat Ares akhirnya merubah raut wajahnya ketika Aurel menangis. Dia menghela nafas panjangnya dan akhirnya memeluk Aurel. "Kau takut kehilanganku hanya karena belum memberiku anak? Bukan karena benar-benar siap menjadi ibu dari anak-anakku nanti?" Kata Ares yang membuat Aurel tentu saja menggeleng. "Jika aku hamil anakmu tentu saja aku juga akan menjadi wanita yang paling bahagia, selain bisa memberimu panggilan baru sebagai ayah, anak itu juga akan memberiku status baru yaitu menjadi seorang ibu." Kata Aurel. "Jangan membahas masalah anak lagi jika itu membuatmu sedih, kau bisa membunuhku jika aku meninggalkanmu hanya karena masalah anak, aku tidak

