Logan tersenyum lalu akhirnya duduk kembali saat tadinya dia berdiri. "Duduklah dulu, temani aku mengobrol sebentar." Kata Logan yang membuat Selena semakin terkejut. "Mana bisa begitu, aku harus bekerja, anda jangan macam-macam tuan gila, urusanmu dan aku sudah selesai, kau mendapatkan apa yang kau inginkan, jangan ganggu aku lagi." Kata Selena yang pergi dari sana. "Ah dia benar-benar menggemaskan, hanya dia yang bahkan jual mahal dan menolakku, aku rasa bukan aku yang tidak waras, tapi dia." Gumam Logan yang sepertinya smekain menggilai Selena. Selain dia sangat cantik, dia memiliki daya tarik sendiri yang entah kenapa bisa membuatnya seperti ini padanya. "Astaga! Dia sepertinya tidak waras, bagaimana bisa dia mengikutiku sampai ke tempat kerjaku." Gerutu Selena. "Kenapa, Selena?"

