Bab 193

1116 Words

Keesokkan paginya, Selena terbangun karena alarmnya yang sudah berbunyi sedari tadi. "Astaga, kepalaku pusing sekali." Gumam Selena karena memang dia baru tidur beberapa jam yang lalu. "Kak!" Panggil Eric dari luar kamar Selena. "Ya." Jawab Selena malas. Dia membuka pintu kamarnya. "Aku kira belum bangun, kakak tidak bekerja?" Tanya Eric sang adik. "Iya kakak akan mandi dulu." Kata Selena yang di angguki oleh Eric. Selena pergi ke kamar mandi yang ternyata di sana ada ibunya yang sedang memasak. "Mama kenapa memasak? Setelah ini biar Selena yang membeli makanan," kata Selena. "Tidak apa, Mama juga tidak memasak yang ribet, hanya telur." Kata Amita, ibu dari Selena. "Tetap saja, Mama istirahat saja, memasak dengan menggunakan kursi roda juga bukannya akan susah, aku tidak mau Mama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD