Rasanya seperti ditenggelamkan paksa. Ia berusaha tak menyerah, namun tekanan di kepala begitu menghimpit. Saat Bintang tampak begitu dekat, lalu wajah mereka menempel, Helia berhenti melawan, menyerah pada gelap yang menelannya. Karena... Bintang adalah tempat teramannya. Helia tak tau berapa lama ketidaksadaran menguasai—mungkin hanya beberapa menit, namun terasa seperti jeda yang panjang dan berat. Dan saat itu usai, bukan berarti ia langsung terbangun sempurna. Ia seperti naik terlalu pelan ke permukaan air—paru-paru masih menyesuaikan, kepala ditekan dari dalam, dan dunia seolah terlalu jauh untuk digapai. Suhu udara dan suara-suara yang lebih dulu menyapanya sebelum melihat apa pun. Bunyi beep yang teratur. Embusan angin dingin. Lalu orang-orang yang berbicara dengan nada rendah

