Sebelum muncul di lobi, Gavin sudah duduk di ruang tunggu privat lantai lima—ruang yang biasa dipakai klien-klien penting yang ingin datang tanpa banyak mata. Kedatangannya kali ini bukan untuk perkara Helia atau Janitra. Itu hanya riak kecil. Yang ada di kepalanya jauh lebih besar: Bintang. Alpha Canis Majoris—nama brand yang bagi orang awam mungkin terdengar seperti perusahaan produk wewangian biasa. Namun bagi Gavin, nama itu adalah simbol dari satu hal yang telah mengganggunya sekitar setahun terakhir. Pemiliknya selalu punya panggung. Selalu lolos dari setiap upaya penjegalan. Selalu berdiri di atas pijakan yang kokoh. Dan yang paling menyebalkan, pijakan itu bukan sekadar uang. Itu reputasi. Itu jaringan. Itu orang-orang yang bersedia berdiri di sampingnya tanpa diminta. Gavin ta

