REAKSI

1904 Words

Siang menjelang, jam makan siang membuat Théologie lebih ramai dari biasa. Ada yang datang untuk ‘quick lunch,’ ada yang meeting dalam grup kecil, ada juga yang sekadar mencari udara yang lebih tenang dari kantor. Helia mulai merasa jika ujian hari ini sudah berlalu. Sampai.... Seorang perempuan masuk. Ia menggendong tas ransel, memakai hoodie dan masker. Ia langsung duduk di meja tengah ruangan yang kebetulan baru kosong, posisi paling strategi di mana semua orang bisa melihatnya. “Selamat datang, Kak,” sapa Dinu. “Maaf, saya lap sedikit mejanya, ya?” “Oh iya. Silakan,” jawab perempuan itu. Dinu membersihkan meja dengan cekatan, setelahnya ia meletakkan buku menu di atas meja. Pelanggan itu menelisik daftar menu. “Itu. Yang… signature tea. Yang limited.” Helia yang sedang di bela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD