DIDENGAR

1567 Words

“Nama lengkap?” tanya Marc. “Helia Izora Janitra.” “Tempat dan tanggal lahir?” Helia menjawab dengan nada senetral mungkin, tak melibatkan emosinya yang mulai berombak. Ia hanya ingin menjawab sejujur-jujurnya yang ia tau, bukan apa yang ia rasa. Marc mengangguk, lalu menunduk kembali ke berkas. Suara gesekan dari kertas yang digeser terdengar lebih tajam dari detak jam di dinding. Helia menyapukan pandangan tanpa memutar kepala, memperhatikan situasi di tempat ia berada. Ruangan itu bersih. Dindingnya berwarna putih pucat, mejanya dari logam, kursinya jauh dari kata nyaman. Tak ada jendela yang mengarah ke luar, sama sekali tak ada celah untuk mengintip pemandangan. Helia duduk tegak. Kedua telapak tangannya diletakkan di atas pangkuan, terbuka menutup. “Status pekerjaan Anda?” Peny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD