AFTERSHOCK

1243 Words

Esok harinya, pagi tetap datang. Helia tiba di Théologie sebelum pukul tujuh pagi, sama seperti sebelum-sebelumnya. Alur persiapannya pun sama. Memanaskan air lalu memeriksa stok aneka teh di rak konter. Denting lonceng pintu tea house itu bunyinya juga masih sama. Penanda ‘closed’ dibalik ke ‘open’ juga dilakukan di jam yang sama. Namun... ada satu hal yang membuat Helia sadar jika hari itu berbeda. Angka-angka yang tidak pernah berbohong. Pukul 10.30, Helia membuka laporan penjualan harian di tablet. Ia fokus, menyapu baris demi baris. Beberapa hari belakangan, transaksi turun dua puluh tiga persen dibandingkan rata-rata hari kerja. Tidak ekstrem. Tidak dramatis. Namun konsisten. Helia mencatatnya di buku kecil di sisi konter. Ia menutup buku, lalu melayani pelanggan yang baru ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD