Ketiga Kalinya — Takdir? atau Jodoh?

1034 Words

Dua tahun telah berlalu begitu cepat bagi Keivan. Setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia balap—dengan segala adrenalin, kemenangan, dan cedera—akhirnya dia memutuskan untuk pensiun. Tubuhnya mungkin masih kuat, tetapi pikirannya lelah. Dia ingin sesuatu yang berbeda, sesuatu yang tenang di umurnya yang tak lagi muda. Dan dia akan mulai memasuki dunia bisnis milik keluarganya yang sudah diserahkan padanya sejak dulu. Maka, di penghujung tahun itu, Keivan memilih Italia sebagai tempat pelariannya. Negeri dengan anggur yang memabukkan, arsitektur yang memesona, dan orang-orang yang hangat. Dia menghabiskan waktunya bersama sepupu jauhnya, Luca, dan beberapa teman dekat yang setia mengunjunginya meski karir balapnya sudah berakhir. Rencananya, tahun baru ini akan dirayakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD