Semakin Hot (21+)

1117 Words

Keesokan harinya, udara pagi menusuk tulang, tetapi Anthea dan Keivan sama sekali tak peduli. Mereka masih terbuai dalam kehangatan satu sama lain, seolah malam kemarin tak pernah cukup. Bathtub besar di kamar mandi mewah itu masih setengah terisi air hangat, uapnya membentuk kabut tipis di cermin yang buram. Anthea duduk di antara kaki Keivan, punggungnya menempel di d**a bidang pria itu, kulit mereka masih basah oleh air hangat. Keivan menempelkan bibirnya di belakang telinga Anthea, merasakan bagaimana wanita itu sedikit menggeliat. "Kau masih peka sekali," bisiknya, suaranya serak. Anthea memiringkan kepalanya, memberi ruang lebih bagi Keivan untuk menelusuri garis lehernya dengan ciuman. "Karena kau tahu persis di mana menyentuhku." Tangan Keivan merayap dari pingga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD