Angin malam berdesir melalui pepohonan palem di sekitar villa ketika Belle berkeras ingin pergi. Air matanya mengalir ketika wajahnya berhadapan dengan Kevynn. "Lepaskan aku!" teriak Belle, mencoba melepaskan diri. Tapi Kevynn sudah tidak bisa berpikir jernih. Darahnya mendidih, dipenuhi oleh rasa panik bahwa Belle akan meninggalkannya untuk selamanya. Tanpa pikir panjang, dia cepat beranjak, membungkuk dan mengangkat Belle—badannya yang ramping dengan mudah terpanggul di bahu Kevynn yang lebar. "Kevynn! Turunkan aku! Apa yang kau lakukan—" Teriakan Belle memenuhi udara malam, tapi tidak ada yang mendengar. Teman-teman Kevynn hanya bisa terpana melihat dari teras villa, gelas-gelas wine masih di tangan mereka. * * Pintu kamar utama terkunci dengan keras. Belle terjatuh

