Perhatian Jevynn Yang Besar

1698 Words

Keesokan paginya, Serena kembali terbangun dengan rasa mual parah. Lalu dia segera berlari ke arah kamar mandi dan mengeluarkan semua isi lambungnya. Dengan tubuh lemas setelah memuntahkan semuanya, Serena menahan genggaman dingin pada pinggiran wastafel, air mata menitik pelan di sudut matanya. Perutnya terasa dikoyak-koyak, mual yang tak tertahankan membuat napasnya tersengal. Morning sickness-nya semakin menjadi-jadi. "Ini menyiksaku …,” bisiknya lemah, mencoba menelan ludah yang terasa pahit. Tiba-tiba, sebuah tangan hangat menempel di punggungnya, mengusap pelan. "Ada yang terasa tak nyaman? Aku di sini untukmu." Suara Jevynn. Serena menoleh, matanya berkaca-kaca. Jevynn berdiri di sampingnya, wajahnya penuh perhatian yang tak biasa. Tangannya memegang segelas a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD