Author POV Arda duduk menghadap ke arah ranjang sambil menggenggam sebelah telapak tangan Tifa. Raut wajahnya tampak begitu sedih. Bagaimana dia tidak sedih? Sudah satu jam mereka berada di rumah sakit, dan Tifa masih belum juga sadar. Jarum infus sudah menancap di punggung tangan sebelah kiri Tifa. Berulang kali Arda berusaha untuk menyadarkan Tifa, namun Tifa masih enggan membuka kelopak matanya. Arda sungguh takut hal buruk terjadi pada istrinya. Melihat kondisi Tifa saat ini saja hatinya sudah hancur, jangan sampai ada hal buruk lain yang menimpa perempuan yang belum lama kembali sah menjadi istrinya ini. Suara pintu terbuka terdengar, akan tetapi Arda tidak mengalihkan fokus dari sang istri. Ia mendengar derap langkah kaki itu semakin mendekat. “Masih belum sadar?” Arda mengge

