Bab 86.

1818 Words

Arda POV “Lo harus cepetan, Arda.” Kudengar suara panik Darma. Kupercepat ayunan kakiku. “Cepat masuk lift.” Ku anggukkan kepala, ku ikuti perintah Darma. Segera kutekan tombol lift yang masih tertutup. Kutarik langkah ke belakang. Kuperhatikan pintu lift sebelah mana yang akan terbuka lebih dahulu. Kubulatkan mulut. Kutarik sebanyak mungkin oksigen masuk ke dalam paru-paru, lalu ku hembus perlahan-lahan. Dalam hati aku mengumpat. Pintu kedua lift di depanku tak kunjung terbuka. Rasanya sudah tidak sabar. Kalau saja bisa, sudah kudu prak salah satu pintu lift di depanku. Kurasakan punggungku mulai basah karena keringat. Rasa tegang dan juga takut terjadi sesuatu pada istriku, membuat keringat membasahi tubuhku. Suara pintu lift terbuka, bak melodi lagi favoritku. Segera kubawa langk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD