73. Kejujuran yang Menyakitkan

1043 Words

"Bagaimana rasanya sekarang, Cecil?" tanya Intan setelah 20 menit berlalu. "Perut saya masih sakit, cuma sudah lebih baik dari tadi," jawab Cecilia dengan napas yang mulai teratur. "Syukurlah kalau begitu. Kamu bisa keluar sekarang, terima kasih sudah membantu saya," ucap Intan dengan sebuah senyum lebar. Pemuda itu mengangguk, rasa khawatirnya kepada Cecilia yang tadi kesakitan kini berganti kelegaan. Setelah mengucapkan salam undur diri, pemuda itu meninggalkan ruangan Darren. "Seharusnya kamu tidak perlu memaksakan diri kalau sedang sakit seperti ini," ucap Intan setelah merasa Cecilia mulai pulih. "Saya maunya seperti itu, Mbak. Istirahat. Tapi penyakit Pak Giovanni semakin bekejaran dengan waktu, sementara Pak Darren juga belum menguasai semua materi yang dibutuhkan untuk menjadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD