Tentang Siapa Yang Akhirnya Mengaku

1236 Words

Sore merayap turun. Jalan keluar kampus agak padat, mobil melambat di gerbang. Adrian menepikan mobil sebentar, menatap pos satpam. Seorang petugas memberi hormat, Adrian mengangguk tenang, lalu kembali ke jalur utama. “Besok pagi kita cek rute ke ruang baca,” ujar Adrian. “Kita datang lebih awal. Kamu duduk dekat pintu, Maya di baris belakang. Kalau suasana berubah, kita punya jalan keluar yang jelas.” Vanila menatapnya, rasa gentar di dadanya turun perlahan. “Baik. Aku akan bawa draf yang sudah disederhanakan, jadi sesi tidak bertele.” Ponsel Vanila bergetar pelan. Notifikasi kalender dari sekretariat masuk. Jadwal bimbingan dikonfirmasi ulang, lokasi ruang baca, asisten hadir, catatan rekaman audio kampus. Di bagian bawah tertulis kontak teknisi yang akan memasang perangkat. “Kita s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD