Kondisi Aman, Hanya 100 Panggilan Tak Terjawab

1633 Words

Siang yang tenang turun pelan di ruang rawat high care. Tirai dibuka sepertiga, cahaya masuk tanpa menyilaukan. Vanila terbangun dengan kepala lebih ringan. Ia menggeser tubuh ke posisi setengah duduk, tangan mencari jemari Adrian. Suaminya sudah duduk di kursi penunggu, mata jernih meski terlihat kurang tidur. “Kamu tidur,” ucap Adrian pelan. “Lumayan,” jawab Vanila. “Kencangnya tinggal sesekali, cepat turun.” Berliana masuk membawa roti gandum dan air hangat. Ia menyentuh punggung tangan putrinya, senyum tipis menguatkan. “Wajahmu lebih segar,” ujar Berliana. Perawat datang memeriksa tekanan darah dan detak bayi. Ia menandai jam pada papan kecil. “Kontraksi rendah. Detak bayi stabil. Dokter akan ronde sebentar lagi,” sebutnya. Dokter masuk bersama residen. Ia memeriksa monitor, memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD