Kegugupan Yang Nyata

927 Words

Pagi menetes pelan di jendela apartemen. Vanila duduk di meja kerja, menatap layar yang menampilkan slide terakhir. Di bawah judul penutup hanya ada satu kalimat sederhana. Terima kasih, saya siap menjawab pertanyaan. Jari-jarinya gemetar ringan. Adrian datang membawa segelas air hangat. “Tarik napas,” ucapnya lembut. “Kamu sudah siap.” “Aku takut kosong di tengah jalan,” sebut Vanila lirih. “Kalau mereka tanya di luar dugaanku, apa aku sanggup menjawab.” “Kamu tidak sendirian,” ujar Adrian. “Bahanmu lengkap. Metode jelas. Maya di belakang ruangan. Aku di baris undangan. Kamu tinggal bercerita dengan tenang.” Vanila menatap gelas, lalu meneguk sedikit. “Perutku tegang.” “Itu normal,” ucap Adrian. “Kita berangkat lebih awal. Kenali ruangan, sentuh meja, rasakan mikrofon. Ketika tubuhmu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD