Pagi terasa bersih. Vanila duduk di kursi periksa, dokter menatap layar USG dengan senyum tenang. Detak jantung kecil terdengar seperti ketukan hujan. Vanila menggenggam tangan Adrian, matanya lembut. “Semua bagus,” ucap dokter. “Berat dan panjangnya sesuai. Kamu cukup istirahat, minum air yang banyak, dan jangan memaksakan pekerjaan.” “Terima kasih, Dok,” ujar Vanila. Di parkiran, angin membawa wangi kopi dari kafe sebelah gedung. Adrian membuka pintu mobil, menunggu sampai Vanila duduk nyaman. “Hari ini kita santai,” ucap Adrian. “Tidak ada tamu dan tidak ada rapat. Hanya makan enak dan tidur siang.” “Setuju,” jawab Vanila, suaranya ringan. Di rumah, sinar matahari merayap di lantai. Paket kecil dari Jakarta tiba di depan pintu. Isinya kaus tidur lembut dan kartu dari Tiara. Tulisan

