“Kenapa liatin aku begitu banget? Mas ngga suka sama sarapannya? Mau ganti? Tadi aku tanya jawaban kamu terserah. Terus mau apa?” Asksa menggelengkan kepalanya. “Lalu? Apa … penampilan aku yang salah? Atau kamu kaget liat wajah aku yang ngga pakai make up? Aneh, ya? Jelek?” Lagi-lagi Aksa menggeleng. Tapi kali ini bibirnya ikut tersenyum tipis. “Cantik, ngga ada yang bilang kamu jelek. Make up ataupun engga, ngga ada bedanya. Justru saya lebih suka kamu yang natural kayak gini.” Pujian pertama setelah sah menjadi istri. Keysha mengulum bibirnya menahan senyum. Lewat ekor mata Keysha melirik Aksa. Pria itu masih setia menatapnya dengan lekat. Sumpah, rasanya Keysha ingin lari atau menghilang detik ini juga. “Yaudah dimakan kalau gitu. Kamu liatin aku ngga bikin kenyang loh.” Alih-alih

