Tubuh mungil Cherry menyelusup diantara orang-orang yang berkumpul. Setelah berhasil masuk, Cherry mendapati sang kakak ipar tengah berhadapan dengan seorang wanita. Akan tetapi fokus Cherry bukan ke orang itu, melainkan ke baju Keysha yang basah. Bisa dipastikan kalau ada tragedy tabrak menabrak. “Kakak gapapa?” tanyanya khawatir. “Gapapa, Cuma ketumpahan air. Aman, aman.” “Lain kali tuh jalan yang benar. Bukan baju kamu doang yang basah, saya juga.” Mendengar itu Cherry menoleh. Mulut yang baru saja ingin menyahut seketika bungkam kembali. Kedua mata Cherry membulat, begitupun dengan wanita di depannya. Ini … mata mereka tidak salah melihat? Keysha menarik lengan Cherry. “Udah, ngga usah diperpanjang.” “Cherry.” “Kak Cantika.” Ketiganya terdiam. Keysha yang memang sudah tahu sia

