“Keysha benar udah mendingan?” “Udah, Pah.” “Yakin bisa keluar hari ini? Apa ngga mau dipending minggu depan aja?” Aksa menatap Keysha yang duduk di sampingnya. “Aku sih terserah Keysha, ya. Kalau emang belum mendingan, bisa diundur kapan aja kok, ngga harus hari ini.” Semua mata kini menatap Keysha. Keysha yang menjadi bahan tatapan seketika bingung. Tubuhnya memang masih sedikit lemas, tetapi dia juga penasaran ingin melihat rumah barunya. Kalau diundur, baru ada waktu minggu depan karena besok suaminya sudah kembali mengajar dan pasti sibuk di kampus. “Aku udah gapapa, udah sembuh kok,” kata Keysha. wanita itu tersenyum, meyakinkan semua orang kalau dirinya memang sudah baik-baik saja. Tidak bisa melarang, alhasil Nia dan Vino menyerahkan Keysha sepenuhnya kepada Aksa. Setidaknya

