Setiap sudut rumah sudah mereka cek. Dari lantai satu hingga tiga, semua tak luput dari perhatian. Sesuai dengan cover di depan, rumah ini memang sangat mewah bagi Keysha. bahkan lebih mewah dari rumah ayahnya. Keysha melepaskan diri dari dekapan Aksa, dia duduk di tepi kasur kamar utama. Aksa berjongkok, memegang kedua tangan istrinya. “Kamu capek? Mau aku ambilin minum?” “Apa rumah ini ngga kebesaran, Mas? Kita Cuma berdua loh,” ujar Keysha mengabaikan pertanyaan Aksa. “Soon ada anak-anak kita. Kamu ngga perlu takut, nnati juga akan ada ART nginap buat nemenin kamu di rumah. Jarak dari sini ke rumah juga dekat, mama bisa kapan aja main ke sini.” Tangan Aksa terulur, menyelipkan anak rambut Keysha ke belakang telinga. Tidak salah juga. Alhasil Keysha hanya menganggukan kepalanya. Ruma

