Bab 43. Mau Melamar

1138 Words

“Ah, benar pak Aksa rupanya.” “Keysha di mana?” Jempol Jihan menunjuk ke arah dalam. “Dia masih cari sepatu, Pak, katanya tunggu sebentar.” Aksa menganggukan kepalanya. Sambil menunggu Keysha, tubuh Aksa bersandar di pintu mobil. Pria itu memperhatikan gadis yang tak asing dihadapannya. Jihan yang kikuk karena ditatap berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sejujurnya ada yang ingin dia sampaikan, tetapi Jihan sedikit ragu. “Ada yang mau kamu sampaikan, Jihan?” tanya Aksa, menebak ekspresi Jihan. Mendengar itu Jihan terkesikap. Apakah wajahnya terlihat seperti ingin bicara sesuatu? Jihan berdeham, sebelum menjawab dia melihat ke belakang. Belum ada tanda-tanda kehadiran Keysha, sebenarnya sepatu apa yang gadis itu cari? Padahal tadi dia sudah membantu untuk cari, tetapi ditola

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD