“Demi apa lo benar-benar ditembak kak Varo?” “Jawab buruan!” “Key! Iya apa engga? Terus jawaban lo apa? Lo terima atau gimana?” “Ceritain!” Kepala Keysha pusing mendengar pertanyaan beruntun dari sahabatnya. Pasalnya itu bukan pertanyaan pertama, namun yang kesekian. Bahkan saat kelas sedang berlangsung, mereka tetap saja bertanya tanpa henti sampai Keysha muak mendengarnya. Untung tadi dia tidak kelepasan teriak di dalam kelas. Tidak menghiraukan pertanyaan yang terus terlontar, Keysha memilih pergi keluar kelas. Kebetulan kelas baru saja selesai, dan dosen sudah mempersilahkan kalau ada yang mau keluar. Di depan pintu Keysha sempat terdiam. Bukan karena melihat hantu atau kecelakaan, tetapi Keysha dibuat risih karena semua orang yang ada di luar menatapnya. Bahkan ada yang berbisik-

