Bab 18. Butuh Waktu

1159 Words

“Undangan kamu udah siap semua, Sa? Kalau udah Mama minta sebagian buat saudara yang jauh. Kalau yang sekiranya jauh, harus dikabarin lebih dulu.” Aksa mengambil cangkir berisi kopi miliknya, lalu diminum perlahan. Jelas telinganya mendengar apa yang Nia katakan. Akan tetapi sangat sulit untuk dia menjawab. Kejadian hari ini terjadi sangat cepat. saking cepatnya Aksa belum bisa mencerna semua fakta yang ada. Aksa tidak bisa membayangin sekecewa apa orang tuanya. Apalagi mereka sudah membahas kekeluarga besar. Melihat anaknya terdiam Nia menatap lekat Aksa. Bukan apa-apa, ini tidak seperti biasanya. Nia bangkit, berpindah duduk menjadi di samping putranya. “Daritadi pertanyaan Mama ngga ada yang kamu jawab. Daritadi juga kamu diam dan ngelamun. Kamu lagi ada masalah? Masalah di kampus? At

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD