“Lalu … kenapa Bapak dengan mudah menawarkan saya jadi istri Bapak?” Kedua tangan Aksa terlipat di d**a. Tatapan pria it uterus tertuju ke Keysha yang duduk dihadapannya. Jika ditelaah lebih jauh pertanyaan Keysha memang tak ada yang salah. Dia juga mewajarkan kalau rasa bingung lebih dominan di hati gadis itu. Melihat Aksa terdiam Keysha pun turut tutup mulut. Karena kesabarannya masih tebal, dia menunggu apa jawaban dosennya. “Bukannya ini pernah kita bahas pas dinner?” “Bapak yang ngga mau dijodohkan, ‘kan?” Kali ini Aksa mengangguk tanpa banyak berfikir. Ya memang salah satunya itu, Aksa ingin menghindari drama perjodohan. Terlebih hubungannya dengan Vania tidak ada yang spesial. Jangankan spesial, komunikasi saja baru tadi. itu juga Vania yang memulai. Sejenak Keysha terdiam. Gad

