“Jadi, apa yang kamu mau bicarain sama Ayah? Kayaknya penting banget, ya? Maaf kemarin-kemarin Ayah banyak kerjaan. Ayo cerita.” Mendengar itu Keysha tersenyum simpul. Sudah beberapa hari semenjak mengobrol dengan Aksa di kafe, Keysha memang berusaha mencari waktu untuk mengobrol empat mata bersama Bara. Keysha tidak mau kalau nanti Aksa langsung datang menemui Ayahnya. Waktu memang sudah mepet, dua hari lagi Keysha harus mengasih jawaban ke pria itu. dan ya, Keysha sudah memantapkan pilihan. Sejujurnya bertemu dengan Bara seperti ini sangat susah, keduanya harus mencari alasan supaya Lisa tidak mengetahui. Sembari menunggu apa yang akan putrinya katakan, Bara menikmati kopinya. Kalau ditebak-tebak, pasti putrinya ingin bicara serius. Karena tidak biasanya dia begini. Sekalipun butuh apa

