Dugh! “Aduh.” Aksa meringis, mengusap kepalanya yang terpentok meja karena dia membungkuk mengambil pulpen. Jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Semua pekerjaan Aksa baru saja selesai. Tubuh dan otaknya benar-benar terasa lelah, ingin rasanya Aksa segera pulang untuk sekedar rebahan di atas kasur. Sambil mematikan laptop, Aksa mencoba menghubungi istrinya. Pasalnya sejak tadi siang pesannya tidak ada yang dibalas. Sekali percobaan ternyata ponsel Keysha tidak aktif. Dari Keysha, Aksa beralih menelepon Nia untuk memastikan. Dua kali Aksa mencoba, namun tak kunjung ada jawaban. Nomornya memang aktif, tetapi tidak diangkat. Apa wanita itu sedang sibuk di dapur? Sekali lagi Aksa mencoba, karena kalau tidak diangkat juga dia berniat menelepon Vino. ‘Hallo, Sa.’ “Mah. Dari mana aja sih, m

