“Maaf ya, Sa, jadi repotin kamu lagi. Padahal kamu mau pulang.” “Kamu itu kurang istirahat, ngga makan juga. Sekarang kamu makan, jangan nunggu sampai parah.” Cantika menggelengkan kepalanya. “Aku ngga lapar, Sa. Aku mau ke ruangan Jullian aja, dia sendirian. Aku ngga mau Reyhan yang di sana.” Dengan cepat Aksa menahan tubuh Cantika yang hendak bangun. Pria itu mengambil bubur yang tadi dia beli, lalu menyuapinya ke Cantika. “Minimal makan dulu sedikit. Ayo, abis itu aku mau pulang.” Sejenak Cantika menatap Aksa. Pria di sampingnya benar-benar tidak bisa ditolak. Alhasil Cantika kembali rebahan, lalu menerima suapan demi suapan yang Aksa berikan. Mulutnya sangat pahit, maka dari itu disuapan keempat Cantika menyudahinya. Wanita itu kembali duduk untuk minum. Matanya menatap selang infu

