“Kalian ini baru pulang, baru saling ketemu. tapi kok bisa langsung ribut kayak gini? Apa kalian ngga capek? Aku yang baru pulang kuliah liat kalian ribut aja langsung capek. Capekku jadi double.” “Salahin Papa kamu, kenapa dia harus pulang dan injakkan kaki di rumah ini lagi!” “Loh, ngga salah kamu? Yang harusnya nanya itu saya, bukan kamu. Ini rumah saya, rumah atas nama saya. Jadi secara apapun, yang berhak atas rumah ini ya saya. Yang harusnya ngga menginjakkan kaki di sini anda. Jadi, mending anda pergi lagi sama laki-laki ngga jelas itu.” “Jangan fitnah kamu, Mas!” Kedua mata Jihan memejam, tangannya sudah terkepal. Dia baru saja sampai rumah setelah seharian lelah di kampus. tapi apa? yang biasanya dia disambut keheningan, kali ini justru disambut keributan. Pusing? Jangan ditan

