Selama mengobrol dengan Bara, Keysha sama sekali tidak fokus. Padahal awalnya dia sangat menikmati momen berdua dengan sang ayah. Beberapa kali Keysha menghela napas, beberapa kali juga wanita itu terlihat gusar. “Udah siang, yuk Ayah antar kamu pulang. Oh, iya, nanti malam jadi apa engga?” tanya Bara memastikan. Keysha yang sempat melamun seketika tersadar. Wanita itu tersenyum, menganggukan kepalanya. Ada ataupun tidaknya Aksa nanti malam, acara akan tetap Keysha jalankan. Tidak mungkin dia membatalkan tiba-tiba yang ada mengundang tanya para orang tuanya. Kalaupun memang Aksa lebih mementingkan Cantika, Keysha akan membagi kabar bahagianya seorang diri. “Yaudah kalau jadi. Ayo kita pulang,” ajak Bara. “Ayah pulang duluan aja gapapa, aku belakangan. Aku masih mau di sini, Yah.” “Uda

