“Pak?” Haning, tidak ada jawaban. Pria di depannya masih asik melamun. Entah apa yang ada dipikiran pria itu, tapi sepertinya cukup menganggu. Keysha maju selangkah, mendekatkan dirinya kepada Aksa. Kepala gadis itu sedikit miring, mencoba memperhatikan wajah Aksa. “Pak Aksa? Pak, saya udah siap loh. Mau berangkat jam berapa?” Keysha kembali bertanya karena tak kunjung mendapat jawaban. Masih hening, tidak ada jawaban. Keysha menghela napas. Gadis itu berjalan mendekati Aksa, lalu ikut bersandar di depan mobil. Keduanya sama-sama menatap lurus ke depan. Di depan sana tidak ada objek yang seru, hanya ada jalanan yang dilalui motor dan mobil. Sesekali Keysha melirik Aska yang masih melamun. “Kalau emang Bapak ngga siap buat datang, ya ngga perlu dilakuin. Lagian ya, Pak, ngga ada keharus

