Bab 66. Butuh Ketenangan

1156 Words

“Minum, Pak.” Aksa menerjapkan matanya. Pria itu menoleh, menatap gadis yang berdiri di sampingnya. Gadis itu memberikan segelas minuman kepadanya. Untuk menghargai, Aksa mengambil gelas itu lalu meminumnya sampai habis tanpa sisa. Keysha yang melihat itu hanya bisa melongo. Bahkan dia saja belum merasakan minumannya. “Haus banget, Pak?” “Panas.” “Hah?” Kening Keysha menyeritkan keningnya. “Orang minuman yang saya kasih dingin, kenapa jadi panas? Apa di tenggorokan Bapak ada kompor?” sambungnya. Mendengar jawaban Keysha yang super asbun itu mampu membuat Aksa tertawa geli. Memang kosa kata Keysha itu selalu ada, tidak pernah habis. Aksa menaruh gelas yang sudah kosong ke atas meja. Dia menatap Keysha yang kini memegang gelas dan piring kecil berisi cake. Apakah dirinya terlalu sering

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD