“Jangan pegang-pegang!” “Eh? Engga, engga. Gue ngga ada maksud apapun. Cuma mau mastiin kalau lo baik-baik aja.” Keysha menatap dua pria dihadapannya. Walaupun pria itu berusaha meyakinkan, tetap saja Keysha waspada. Mengingat baru saja dia mendapat kejadian tak mengenakkan. Salah satu pria itu berjongkok, mensejajarkan dirinya dengan Keysha. mata pria itu jatuh ke pergelangan tangan Keysha yang berdarah. “Tangan lo luka,” katanya dengan khawatir. Mendengar itu Keysha turut melihat tangannya. Luka yang dia tutupi dengan tangannya tak menghentikan darah yang keluar. Keysha meringis merasakan nyeri di pergelangan tangannya. Demi apapun dia tidak menyangka kalau akan mengalami kejadian seperti ini. “Mau kita anter ke rumah sakit?” “Engga, ngga usah,” tolak Keysha. Dreet..dreet..dreet.

