Ban 23. Si Periang Dan Sisi Kelamnya

1069 Words

“Ibu? Ibu saya udah meninggal.” Tenang, santai, namun mampu membuat Aksa terbatuk karena tersedak nasi yang baru masuk ke dalam mulut. Melihat Aksa terbatuk-batuk Keysha menoleh dengan wajah panik. Dia mencari sesuatu di dalam tas, namun tak kunjung menemukannya. “Ah, saya lupa bawa air. Sebentar, saya beli dulu. Bapak jangan ke mana-mana, diam di sini.” Setelah mengatakan itu Keysha buru-buru berlari ketempat penjual minuman. Sembari menunggu, Aksa mencoba menenangkan dirinya yang masih batuk. Beberapa orang yang ada di kantin turut menoleh, namun Aksa berusaha untuk tidak perduli. Lagipula dia memang benar-benar kaget plus merasa bersalah kepada Keysha. Andai dia tahu kalau ibu gadis itu sudah meninggal, tidak mungkin dia mengungkit. “Nih, Pak.” Keysha datang, mengulurkan sebotol air

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD