“Kok kamu lama banget manggil Keysha-nya, Sa?” “Iya, maaf, tadi kita sempat ngobrol sebentar di luar. Can, tolong, kalau emang kamu mau bicara sama Keysha, biacara aja. Biar aku tetap di sini, aku ngga akan ganggu kalian. Kalau perlu anggap aku ngga ada.” Cantika yang paham itu menganggukan kepalanya. Dari Aksa, tatapan Cantika beralih ke Keysha yang berdiri di sisi sebelah kirinya. Wanita itu tersenyum simpul. “Sebelumnya aku juga mau ucapin terima kasih sama kamu karna udah mau ikut jagain Jullian, udah bolehin Jullian di rumah kalian selama kurang lebih seminggu. Kemurahan hati kamu itu sangat berarti buat aku. Karna aku sempat mikir, kalau Jullian udah ada di tangan Reyhan selama aku ngga ada. Key, makasih banyak ya? Maaf aku jadi ngerepotin kamu.” Perasaan Keysha yang masih tidak k

