“Kamu baik-baik aja?” Nia mengusap pundak Keysha, membuyarkan lamunan wanita itu. Sendok dan garpu di tangan Keysha jatuh ke piring saking kagetnya. Kedua mata wanita itu menerjap, lalu menoleh ke samping. Bibir yang sangat sulit tersenyum, sebisa mungkin dia tarik. Jujur, perasaan Keysha tidak enak setelah kepergian suaminya. Bukan lagi karena cemburu, tetapi Keysha takut. Sungguh, rasa takutnya jauh lebih dominan. Nia menatap lesu menantunya. Padahal tadi, dia sudah berusaha semampunya untuk melarang Aksa pergi. Bukan hanya dirinya, sang suami juga melakukan hal sama. Bahkan suaminya menawarkan diri untuk membantu menggantikan Aksa. Tetapi anaknya justru yang menolak. Nia tahu kalau Cantika dalam keadaan susah, terhimpit. Tapi kalau sudah begini, dia juga kasihan dengan menantunya. Men

